Post

PRT Juga Berhak THR



Biasanya, tunjangan hari raya atau THR itu diberikan kepada kaum buruh atau pekerja di pabrik atau perusahaan, sedangkan pembantu rumah tangga (PRT) menjadi urusan majikan.

Namun, hal itu "diluruskan" pegiat/aktivis LSM "Sapu Lidi" (Persatuan Perempuan Peduli Generasi Indonesia) Surabaya, Hari Putri Lestari SH MH.

"PRT juga berhak atas THR, karena itu PRT jangan disingkat pembantu RT, tapi pekerja RT," ucap Wakil Ketua Bidang Kesehatan, Tenaga Kerja, Perempuan, dan Anak (KTKPA) DPD PDIP Jatim itu.

Artinya, PRT juga merupakan pekerja, karena dia mendapatkan kompensasi berupa upah atas konsekuensi dirinya meninggalkan keluarga, dan upah itu juga untuk menafkahi keluarganya.

"Lebih dari itu, Badan Perburuhan Dunia atau ILO telah memasukkan PRT sebagai buruh/pekerja juga, sehingga Indonesia sebagai anggota ILO juga terikat dengan konvensi itu," kilahnya.

Oleh karena itu, dirinya bersama sejumlah aktivis LSM kini memperjuangkan UU PRT yang sudah berlangsung selama tiga tahun.

"PRT selama ini sudah menerima upah dan THR dari majikan, tapi besaran upah dan THR itu bervariasi dan mayoritas justru jauh di bawah upah buruh dengan alasan makan dan tidur di rumah majikan," ungkapnya.

Ke depan, hal itu tidak boleh berlaku lagi, karena PRT juga buruh, sehingga pada PRT juga berlaku ketentuan upah yang minimal setara dengan UMR.

"Mereka juga berhak atas THR yang sepadan dengan THR untuk buruh yakni PRT di bawah enam bulan dan lebih dari enam bulan ada hitungan THR yang berhak diterimanya," ulasnya.

Jadi, PRT sebagai warga negara juga mempunyai hak asasi yang seharusnya dilindungi pemerintah dan masyarakat, namun belum adanya UU PRT membuat belum ada jaminan PRT di Indonesia terbebas dari eksploitasi dan ketidakadilan.

"Jaminan yang diperlukan itu meliputi upah yang layak bagi PRT, jaminan sosial, jaminan kesehatan dan keselamatan kerja, hak akomodasi, waktu istirahat, jam kerja yang jelas, jam makan, cuti haid, cuti tahunan bagi yang bekerja dalam kurun waktu setahun, hak berkomunikasi dan bersosialisasi, dan terhindar dari segala bentuk kekerasan," paparnya.

Pewarta : 
Editor: Chandra Hamdani Noer


© 2021 renandatta.com

Hari Putri Lestari SH.,MH.