Post

“JATIM, PROVINSI PERTAMA YANG PUNYA PERDA PERLINDUNGAN OBAT TRADISIONAL”



Pada tanggal 11 Februari 2021 di Hotel Bintang Mulia Jember, DPRD Provinsi Jawa Timur yang membidangi Komisi E (Kesejahteraan Rakyat) melakukan sosialisasi terkait Peraturan Daerah Provinsi Jawa Timur No 6 tahun 2020 tentang Perlindungan Obat Tradisional.

 

Sosialisasi ini dihadiri oleh perwakilan pelaku UMKM, penjual jamu, petani, tokoh masyarakat, para medis, aktifis, akademisi termasuk perwakilan disabilitas. Meskipun yang hadir tidak sedikit tapi panitia tetap menerapkan protokol kesehatan dengan sangat ketat. Seluruh peserta baik panitia maupun narasumber wajib melakukan SWAP Antigen dan mentaati protokol kesehatan.

 

HPL yang menjadi salah satu narasumber menyampaikan bahwa PERDA ini memberikan kepastian hukum dalam upaya melindungi kepentingan petani dan peternak bahan baku obat tradisional, pelaku usaha, dan pengguna obat tradisional. Karena selama ini Indonesia dikenal dengan potensi sumber daya alam yang melimpah, termasuk rempah-rempahnya. Rempah-rempah sudah digunakan sebagai obat atau jamu semenjak ribuan tahun lalu. Sehingga harus ada pula kejelasan perlindumgan terhadap segala sesuatu dari hulu sampai hilirnya obat tradisional.

 

Beberapa manfaat PERDA ini yaitu mengatur tentang pemerintah berkewajiban memfasilitasi bahan baku berupa bibit tanaman obat tradisional untuk dibudidayakan oleh masyarakat, memberikan akses permodalan. PERDA ini juga mendorong pemerintah Jawa Timur memberikan pendampingan dan pelatihan kepada petani, serta pelaku usaha jamu tradisional.  Pemerintah diharapkan dapat berkordinasi dengan kota/kabupaten di Jawa Timur untuk sinergi menindaklanjuti turunan dari PERDA ini. Karena Provinsi Jawa Timur lah yang pertama mempunyai PERDA tentang perlindungan obat tradisional.

 

HPL menegaskan bahwa Komisi E akan terus berupaya memohon Pemerintah Pusat dan BPJS untuk dapat mengganti biaya pengobatan obat tradisional. Yang selama ini obat atau jamu tradisional tidak dapat di klaim-kan pada BPJS. Sedangkan banyak masyarakat yang percaya bahwa obat tradisional manjur untuk pencegahan & penyembuhan penyakit. Selama ini BPJS Kesehatan hanya menanggung obat kimia untuk kesembuhan pasien, padahal obat kimia cenderung lebih mahal.

 

PERDA ini kedepannya juga bisa meningkatakan perekonomian masyarakat Indonesia melalui pemanfaatkan potensi alam, sumber daya manusia, menghemat devisa (karena mayoritas obat masih import) dan ketergantungan dengan obat kimia.


© 2021 renandatta.com

Hari Putri Lestari SH.,MH.