Close

Kegiatan

  • Blog Info

    “MENGUNJUNGI PANTI LANSIA, MENGINGATKAN KITA BAKAL TUA”

    Kali ini HPL melakukan kunjungan kerja di UPT Pelayanan Sosial Tresna Werda di Kabupaten Banyuwangi untuk memonitoring fasilitas, pelayanan, kebutuhan, dan  kondisi di UPT PSTW Banyuwangi.

     

    Setelah mengelilingi seluruh gedung dan berbincang dengan pihak UPT PSTW Banyuwangi,  HPL menemukan beberapa catatan yang bisa menjadi PR pemerintah diantaranya adalah; perlu adanya tambahan fasilitas ruang/kamar perawatan khusus lansia yang berkebutuhan khusus (lansia yang sudah sepenuhnya perlu perawatan), juga diperlukan tambahan tenaga perawat karena dari jumlah 100 orang lansia perawatnya hanya berjumlah 9 orang, itu berarti 1 orang perawat bisa merawat 10 hingga 11 orang lansia setiap harinya. Perlu adanya peningkatan gaji bagi para perawat mengingat tugasnya sangat berat dan harus telaten mengurus lansia.

     

    Selama berjalan melihat-lihat kondisi UPT Tresna Werdha, mata HPL berkaca-kaca ketika secara tiba-tiba ada salah satu labsia yang memeluknya. HPL memahami bahwa lansia tersebut sedang merindukan anaknya sehingga HPL membalas pelukannya dan memposisikan diri sebagai anaknya agar rindunya dapat terobati meskipun hanya semenatra.

     

    HPL merasa perlu untuk menghimbau generasi muda baik dari tingkatan SD, SMP, SMA bahkan mahasiwa agar bisa secara bergatian mengunjungi UPT ini.  Hitung-hitung bisa  mengajarkan anak untuk merawat orangtua bukan menelantarkan.  Dan dengan kedatangan anak-anak muda kemari diharapkan dapat menjadi penghibur bagi para lansia mengingat mereka  jarang dikunjungi oleh anak-anaknya, bahkan ada yang sudah tidak pernah dikunjungi lagi oleh anaknya. 

  • Blog Info

    “WONOASRI LANGGANAN BANJIR, HPL : PIHAK TERKAIT HARUS DUDUK BERSAMA MENCARI SOLUSI”

    Mengutip dari Radar Jember bahwa banjir yang melanda Desa Wonoasri, Kecamatan Tempurejo, mengakibatkan 1.800 KK terdampak. Desa Wonoasri memang menjadi langganan banjir. Namun kali ini, merupakan banjir terparah karena air naik begitu cepat. Ketinggian air yang masuk ke dalam rumah warga hingga mencapai 1,5 meter atau sedada orang dewasa.

     

    HPL menyempatkan untuk meninjau langsung ke lokasi banjir untuk memonitoring apakah bantuan Pemerintah Jawa Timur tersalurkan. HPL juga melakukan koordinasi dengan Dinas Sosial Jawa Timur, BPBD Jawa Timur, BPBD Kabupaten Jember dan relawan sosial Jember mengenai Dapur Umum di penampungan korban banjir.

     

    Menurut HPL,  banjir tahunan sudah 10 tahun lebih terjadi di lokasi yang sama tetapi sungai hanya dinormalisasi (dikeruk) dan hanya bersifat sementara, ada kemungkinan jika curah hujan tinggi banjir akan terulang kembali. Belum adanya solusi terhadap banjir tahunan di desa Wonoasri itu berarti ada masalah yang belum tuntas. HPL menegaskan bahwa warga masyarakat bukan sekedar membutuhkan bantuan berupa makanan tetapi juga harus diimbangi dengan adanya kepastian agar tahun berikutnya tidak akan terjadi banjir kembali. Karena banjir bukan hanya mengakibatkan kerugian materiil, namun juga berdampak pada  psikologis warga.

     

    HPL merasa seluruh pihak yang terkait perlu untuk duduk bersama. Mulai dari Tokoh masyarakat, kepala desa, dinas terkait & Bupati Jember. Bahkan dari Provinsi jika diperlukan juga harus terlibat,  pemerintah pusat juga. Duduk bersama antar stakeholder ini bertujuan untuk memikirkan jalan keluar bersama dan bergotong royong mencarikan solusi. Misalnya dengan membuat inovasi aliran sungai baru (DAS baru), atau bendungan atau lainnya. Karena jika ada sungai yang terawat atau adanya bendungan bisa diperuntukkan bagi kepentingan pertanian sekaligus obyek wisata.

  • Blog Info

    “PEREMPUAN BUTUH POLITIK, POLITIK BUTUH PEREMPUAN”

    UU No 10 Tahun 2008 mewajibkan partai politik untuk menyertakan 30% keterwakilan perempuan pada kepengurusan tingkat pusat. Syarat tersebut harus dipenuhi oleh parpol agar dapat ikut serta dalam pemilu. Tapi selama ini kehadiran perempuan seakan hanya sebagai simbol bahwa negara telah menjalankan demokrasi, karena telah memberi kesempatan kepada setiap warga negara untuk ikut berpartisipasi dalam politik termasuk perempuan. Kehadiran perempuan memang selalu dianggap sebabagai pelengkap. Keterwakilan perempuan hanya sekedar untuk memenuhi kuota. Padahal harusnya tidak demikian. Perempuan juga harus melek politik sehingga nantinya mampu berjuang bersama-sama dengan laki-laki di jalur politik.

    Perempuan perlu hadir di ranah politik karena perannya sangat substansial. Perempuan adalah sosok yang peka karena bisa menggunakan nuraninya untuk memotret permasalahan domestik maupun publik. Perempuan juga harus terwakili, oleh karenanya keterlibatan perempuan dalam dunia politik membuat berbagai masalah kemanusiaan menjadi terpotret.

    Hal sederhana yang dapat dipelajari dari sosok Hari Putri Lestari adalah ketika ia sedang melakukan perjalanan menggunakan mobil, secara spontan dan tanpa sengaja ia melihat pedagang perempuan sedang berjualan nangka. Hati nurani HPL tergerak untuk berhenti menghampiri pedagang nangka itu. Sebagai sesama perempuan, pikiran seperti ini pasti terbesit “Bagaimana jika dagangan tersebut sepi pembeli? Bagaimana jika hari ini penjual nangka itu pulang dengan tidak membawa uang? Bagaimana jika ia tidak bisa memenuhi kebutuhan anak-anaknya?”

    HPL membeli dagangan penjual nangka tersebut untuk membantu melariskan dagangannya mengingat pandemi covid-19 sangat amat berdampak bagi masyarakat khususnya masyarakat kecil. Yang cukup mengagetkan adalah penjual nangka tersebut tidak bisa berbahasa Indonesia, sehingga dengan kemampuan yang sangat terbatas HPL mencoba menggunakan bahasa isyarat untuk dapat berkomunikasi dengan perempuan penjual nangka. Menyadari bahwa penjual nangka tersebut tidak memakai masker , HPL juga memberinya masker dan dengan senang hati memasangkan masker tersebut pada perempuan penjual nangka.

     


  • Blog Info

    “HPL MENJADI TEMPAT CURHAT BAGI SUPIR TRUK, SUPIR ANGKOT, TUKANG OJEK DAN TUKANG BECAK“

    Aspirasi adalah keinginan kuat masyarakat yang disampaikan kepada DPR dalam bentuk kritikan, masukan dan saran terkait dengan tugas, fungsi dan kewenangan DPR. Semua masyarakat dari berbagai lapisan bebas mengutarakan aspirasinya, begitupun dengan supir angkot, supir truk, tukang becak dan tukang ojek.

    Hari ini HPL tidak melewatkan kesempatan untuk mendengarkan curhatan dan usulan dari Paguyupan Insan Transportasi (PINTAR) di Kabupaten Jember. Merupakan suatu kesempatan luar biasa bagi HPL untuk bisa duduk bersama dengan para supir.

    Perhatian HPL terhadap wong cilik memang tidak diragukan lagi. Seluruh supir yang hadir mengapresiasi kedatangan dan kebersediaan HPL untuk duduk bersama mereka. Menurut Siswoyo, salah satu anggota paguyuban PINTAR, HPL benar-benar menjadi wakil rakyat yang bisa dekat dengan rakyat. Menurutnya, baru kali ini ia dan rekan-rekannya merasakan perhatian dari pejabat yang terpilih melalui pemilihan langsung. 

  • Blog Info

    “HPL : MENEGAKKAN HUKUM JANGAN DENGAN CARA MELAWAN HUKUM!“

    Setelah kunjungan kerja ke Jember HPL langsung kembali ke Surabaya kemudian disusul dengan  rapat Paripurna, lanjut rencana menghadiri rapat Badan Anggaran namun mendadak HPL dapat tugas dari Pimpinan Komisi E untuk menerima hearing perwakilan buruh (FSPMI & KSPI Jatim) yang dihadiri Kepala Dinas Tenaga Kerja, perwakilan BPJS Kesehatan, BPJS ketenagakerjaan, dan Dinas Perijinan. Setelah hearing HPL diminta menemui para pengunjuk rasa. HPL dikenal dengan “mbok e buruh” karena konsisten memperjuangkan hak-hak buruh.

     

    Pengunjuk rasa berkali-kali aksi/demo untuk mengingatkan para pejabat dan pengusaha untuk lebih bisa berdialog dan mencarikan solusi yang terbaik bagi buruh, pengusaha dan tentunya juga bagi masyarakat umum.

     

    Menurut HPL, Pemerintah dan Aparat Penegak hukum sudah seharusnya melaksanakan Peraturan Perundangan Undangan yang berlaku, dan wakil rakyat sebagai fungsi kontrol bertugas mengingatkan. Demikian pula para aktifis buruh, jika ingin menuntut penegakan hukum maka juga jangan dengan cara melawan hukum (mengancam, merusak, apalagi akan menyegel atau memblokir yang bukan kewenangannya) dan jangan menuduh yang belum tentu kebenarannya. HPL percaya bahwa seluruh pemangku kepentingan perlu bersinergi dan memperbaiki komunikasi agar tidak salah paham dan salah tindakan.

     

  • Blog Info

    “DITENGAH PANDEMI COVID, TAK SURUTKAN NIAT HPL UNTUK MENGABDI PADA MASYARAKAT JATIM“

    Hari Putri Lestari hari ini hari ini melaksanakan kunjungan kerja di UPT Pelayanan Sosial Tresna Werdha (PTSW) Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur di Jember untuk meninjau langsung sarana dan prasarana yang ada di UPT PTSW tersebut.

    Kepala UPT PTSW Jember berharap dengan kunjungan HPL bisa mengawal sekaligus memperjuangkan apapun yang menjadi hambatan agar UPT PTSW Jember bisa memberikan pelayanan yang lebih baik dan maksimal terhadap ratusan penghuninya.

    HPL juga tak segan untuk berkomunikasi secara langsung dengan penghuni PTSW yang notabenenya adalah lansia. Kepedulian HPL tak hanya berhenti sampai disitu, ditengah perjalanan pulang dari PTSW mobil HPL disalip oleh mobil ambulance yang membawa jenasah PMI yang meninggal di Malaysia karena terjatuh dari gedung lantai 4 atas Nama Eni Sugiartini warga Jl. Supriadi Gang Pitra Rt. 03 Rw. 04 Pakusari belakang koramil Arjasa.

    Jenasah almarhumah sempat ada kendala di Surabaya untuk pemulangannya ke rumah duka dikarenakan Pihak UPT tidak ada anggaranya untuk memfasilitasi pemulangan jenasah almarhum, setelah mendapat laporan tersebut HPL segera berkoordinasi dengan Dinas Tenaga Kerja Provinsi Jawa Timur dan akhirnya jenasah almarhumah bisa dipulangkan hari ini menuju rumah duka tanpa biaya atau gratis.

    HPL juga lansung mengikuti ambulance pembawa Jenasah tersebut untuk ikut mendoakan langsung almarhumah di rumah dukanya. Perjalanan dari batas parkir mobil ke rumah duka  kurang lebih 2 km ditempuh oleh HPL dengan dibonceng sepeda motor oleh orang yang kebetulan juga akan melayat. Sesampai dirumah duka, HPL menemui keluarga dan anak-anak almarhumah untuk mengucapkan bela sungkawa serta memberikan sedikit santunan untuk anak terkecil yang ditinggalkan almarhumah.